Tampilkan postingan dengan label solo wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label solo wisata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Mei 2011

WADUK GAJAH MUNGKUR


Wisata di Jawa - Waduk Gajah Mungkur
Waduk Gajah Mungkur dikelilingi dengan perbukitan dan pemandangan yang indah. Tempat ini sangat cocok untuk aktifitas memancing dan rekreasi air.

Waduk Gajah Mungkur

Berlokasi 35 km ke arah selatan Solo. Dengan luas 83 km'  Waduk Gajah Mungkur dibangun untuk mencegah banjir tahunan yang sering melanda daerah tersebut, juga untuk pengairan daerah sekitarnya. Waduk ini dikelilingi objek wisata berpemandangan indah, sehingga menyenangkan untuk kegiatan rekreasi seperti memancing dan berbagai olah raga air macam ski air, berperahu, dan paralayang. Di sini juga ada warung makan yang mengambang di atas air dengan menu special masakan Jawa.

Sumber:  http://www.pasarsolo.com/

CANDI PRAMBANAN

Wisata di Jawa - Candi Prambanan
Candi Prambanan memiliki arsitektur yang indah, terletak 17 km dari pusat kota Jogjakarta.

Candi Prambanan



Candi Prambanan adalah bangunan indah yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Candi ini terletak 17 km dari pusat kota Jogjakarta, di tengah area yang kini dibangun taman indah.

 Sumber:  http://www.pasarsolo.com/






SELO PASS

Wisata di Jawa - Selo Pass Lereng Gunung Merapi
Selo Pass terletak di lereng Gunung Merapi. Kawasan ini berudara sejuk dan memiliki keindahan alam yang luar biasa.

Selo Pass

Selo Pass terletak di ketinggian 2900 m lereng Gunung Merapi, satu jam perjalanan dari kota Solo ke arah Candi Borobudur. Kawasan ini berudara sejuk dan menawarkan berbagai keindahan alam. Di antaranya adalah pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu. Para pendaki Gunung Merapi juga biasa melakukan pendakian awal dari tempat ini.

Sumber:  http://www.pasarsolo.com/
 

CANDI CETHO

Wisata di Solo - Candi Cetho
Candi Cetho tidak seperti kebanyakan candi lain yang ada di Jawa Tengah. Bangunan candi mengingatkan kita akan budaya kuno bangsa Astek dan Maya dari Amerika Tengah.

Candi Cetho



Dibangun pada abad ke-15, Candi Cetho juga terletak di sebelah barat lereng Gunung Lawu, berlokasi di atas Candi Sukuh. Perjalanan menuju ke Candi Cetho merupakan pengalaman yang penuh petualangan. Dengan jalan yang berkelok-kelok melewati perkebunan teh dan hutan, kemudian mendaki 14 anak tangga untuk naik ke puncak candi. Ada aura penuh misteri yang menyelimuti Candi ini. Seperti Candi Sukuh, bentuk Candi Cetho tidak seperti kebanyakan candi lain yang ada di Jawa Tengah. Bangunan candi mengingatkan kita akan budaya kuno bangsa Astek dan Maya dari Amerika Tengah.
Nikmati perjuangan ke Cetho sebagai tambahan pengalaman menikmati candi yang tak terlupakan.



Sumber:  http://www.pasarsolo.com/







PURA MANGKUNEGARAN


Wisata di Solo - Pura Mangkunegaran
Pura Mangkunegaran menyimpan koleksi yang tak ternilai harganya, sebagian besar dari zaman Majapahit (1293-1478) dan Mataram (1586-1755).

Pura Mangkunegaran



Karaton indah (Pura=Karaton=lstana) ini terletak di pusat kota Solo, di antara Jalan Ronggo Warsito, Jalan Kartini, Jalan Siswa, dan Jalan Teuku Umar. Konstruksi Pura ditanggal ulang pada tahun 1757 oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkoenagoro 1(1757-1795). Pura Mangkunegaran menyimpan koleksi yang tak ternilai harganya, sebagian besar dari zaman Majapahit (1293-1478) dan Mataram (1586-1755) masa kekaisaran, tarian topeng klasik, wayang orang, pakaian, wayang kulit dan wayang kayu, patung-patung keagamaan, perhiasan dan benda-benda antik serta pusaka-pusaka lainnya.
Pura ini terdiri atas dua bangunan utama: Pendapa (Balairung lstana, tempat menerima tamu) dan Dalem (Balairung Utama) yang dikelilingi oleh tempat tinggal para keluarga Raja. Bagian timur disebut Bale Peni tempat tinggal putra/pangeran. Bagian barat dinamakan Bale Warni tempat tinggat para putri.
Di dalam Pura juga terdapat Perpustakaan Reksopustoko, berisi naskah-naskah keagamaan dan filsafat yang jarang ditemui, ditulis dalam gaya tulisan Jawa Kuno.
Buka:
Hari Senin - Sabtu jam 09.00 - 12.00 WIB.
Hari Minggu jam 09.00 - 13.00 WIB.

 Sumber:  http://www.pasarsolo.com/






KARATON KASUNANAN SOLO

Wisata di Solo - Kraton Kasunanan Solo
Karaton Kasunanan atau Karaton Solo merupakah salah satu icon wisata Kota Solo yang menarik untuk dikunjungi.

Karaton Kasunanan Solo



Karaton Kasunanan/Karaton Solo Hadiningrat dibangun tahun 1745 oleh Raja Paku Buwono 11.
Di halaman istana terdapat menara Panggung Sanggabuwana yang sering disebut sebagai tempat bertemu Raja dengan Kanjeng Ratu Kidul, penguasa Laut Selatan. Di dalam Karaton terdapat galeri seni dan museum dengan pusaka-pusaka kerajaan, tempat kereta dan kusirnya, senjata kuno dan keris, serta benda-benda antik lainnya.
Buka:
Setiap hari jam 09.00 - 14.00 WIB, kecuali Hari Jumat.

 Sumber:  http://www.pasarsolo.com/






MUSEUM RADYAPUSTAKA


Wisata di Solo - Museum Radyapustaka Solo
Koleksi Museum Radyapustaka terdiri berbagai macam benda bersejarah seperti gamelan, keris dan arca yang bernilai tinggi.

Museum Radyapustaka



Dibangun pada 28 October 1980 oleh Kanjeng Adipati Sosrodiningrat IV, Pepatih Dalem pada masa pemerintahan Paku Buwono IX dan Paku Buwono X. Letaknya di Jl. Slamet Riyadi, di kompleks Taman Wisata Budaya Sriwedari.
Koleksinya terdiri dari beragam benda bersejarah bernilai tinggi seperti keris, gamelan, patung-patung batu dan perunggu, wayang kulit, keramik, dll. Di sini juga ada perpustakaan yang menyimpan literatur yang ditulis pada era Jawa Kuno dan kolonial Belanda.
Buka:
Hari Selasa-Kamis jam 08.00 - 12.00 WIB.
Hari Jumat - Sabtu jam 08.00 - 11.00 WIB.
Hari Minggu tutup.

Sumber:  http://www.pasarsolo.com/






GALERI BATIK KUNO DANARHADI


Museum Batik - Galeri Batik Kuno Danarhadi
Galeri batik dengan koleksi: Batik Belanda, Batik Cina, Batik Jawa, Hakokai, Batik pengaruh India, Batik Karaton, Batik pengaruh Karaton, Batik Saudagaran, Batik Petani, Batik Indonesia, dan Batik Danarhadi.

Galeri Batik Kuno Danarhadi

Terletak di dalam kompleks Ndalem Wuryaningratan, didirikan oleh H. Santosa Doellah yang prihatin dan terobsesi pada pelestarian dan pengembangan seni kerajinan batik di Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya. Mengandalkan kurang lebih sepuluh ribuan koleksi batik kuno yang dimilikinya, H. Doellah mengembangkan galeri batik kuno Danarhadi dengan tema "Batik: Pengaruh Zaman dan Lingkungan".
Dengan menggunakan tema tersebut, penataan koleksi yang dipajang adalah Batik Belanda, Batik Cina, Batik Jawa, Hakokai, Batik pengaruh India, Batik Karaton, Batik pengaruh Karaton, Batik Saudagaran, Batik Petani, Batik Indonesia, dan Batik Danarhadi. Koleksi yang dipajang kurang lebih tujuh ratus kain batik kuno. Setiap tujuh sampai sembilan bulan sekali koleksi pajangan diganti.

Lokasi: Jl. Slamet Riyadi 261 Solo
Buka: setiap hari jam 09.00 - 15.00 WIB.

 Sumber:  http://www.pasarsolo.com/

LOJI GANDRUNG


Solo Tourism - Loji Gandrung Solo
Saat ini bangunan ini digunakan sebagai kediaman Walikota Solo.

Loji Gandrung



Bangunan ini merupakan peninggalan kolonial yang sampai saat ini masih utuh kondisinya. Pada jaman pemerintah kolonial, selain digunakan sebagai tempat kediaman pejabat pemerintah Belanda, gedung ini juga sering digunakan untuk dansa-dansi bangsa Eropa dan bangsawan Jawa, sehingga disebut sebagai "Loji Gandrung". Saat ini bangunan ini digunakan sebagai kediaman Walikota Solo.

Sumber:  http://www.pasarsolo.com/





MONUMEN PERS NASIONAL


Solo Tourism - Monumen Pers Nasional
Monumen Pers Nasional,didirikan untuk memperingati Hari Jadi Pers, hari pertemuan para wartawan seluruh Indonesia (PWI).

Monumen Pers Nasional



Monumen Pers Nasional terletak di Jl. Gajahmada Solo. Bangunan ini didirikan untuk memperingati Hari Jadi Pers, yaitu hari pertemuan para wartawan seluruh Indonesia (PWI) pada tanggal 9 Februari 1946. Di dalam Monumen Pers tersimpan naskah dan dokumen kuno yang merupakan bukti-bukti sejarah perjalanan pers nasional dan perjuangan bangsa Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda, penjajahan Jepang, kemerdekaan, hingga zaman pemerintahan saat ini. Oleh karena itu Monumen Pers Nasional tepat menjadi objek wisata pendidikan.




Sumber: http://www.pasarsolo.com/

INSTITUT SENI INDONESIA


Institut Seni Indonesia - ISI Solo - Seni Budaya Solo
Institut Seni Indonesia (ISI) Solo adalah satu-satunya perguruan tinggi seni negeri di Jawa Tengah.

Institut Seni Indonesia

Institut Seni Indonesia (ISI) Solo adalah satu-satunya perguruan tinggi seni negeri di Jawa Tengah. Sebelum berubah status menjadi ISI pada tahun 2006, sekolah ini bernama Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI).
Semangat yang melatarbelakangi keberadaan ISI Solo adalah bahwa Solo merupakan fokus dan pusat seni budaya Jawa tengah yang pengaruhnya menyebar luas di sebagian besar wilayah Nusantara. Potensi dan lingkungan budaya yang demikian memungkinkan mendorong perkembangan seni budaya di kawasan tersebut.
Dalam perkembangannya, ISI Solo mencapai beberapa keberhasilan. Di antaranya dengan meningkatnya kerja sama dengan berbagai lembaga nasional dan internasional dalam berbagai bidang.

Sumber:  http://www.pasarsolo.com/

TAMAN SATWATARU JURUG

Taman Rekreasi Jurug Solo
Sebuah taman rekreasi di tepi Sungai Bengawan Solo, taman ini dilengkapi dengan beraneka macam satwa.

Taman Satwataru Jurug

Sebuah taman rekreasi di Jl. Ir. Sutami yang terletak di tepi Bengawan Solo. Pengunjung bisa bersantai di bawah pepohonan sambil menikmati keindahan Bengawan Solo dan menyaksikan satwa-satwa yang saat ini ada 60 jenis, termasuk satwa yang telah dikeringkan bernama Kyai Anggoro. Di taman ini terdapat pula Monumen Gesang yang dibangun untuk menghormati jasa Bapak Gesang Sang Maestro Keroncong dengan lagu Bengawan Solo-nya, serta Sanggar Gesang yang saat ini digunakan untuk pertunjukan seni musik keroncong.

Buka setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB.

 Sumber:  http://www.pasarsolo.com/

TAMAN SRIWEDARI

Solo Tourism - Taman Sriwedari Solo
Pada awalnya Taman Sriwedari dibuat sebagai tempat rekreasi dan peristirahatan bagi keluarga kerajaan, terinspirasi mitos tentang keberadaan sebuah taman di surga.

Taman Sriwedari

Pakubuwono X pada mulanya membuat Taman Sriwedari sebagai tempat rekreasi dan peristirahatan bagi keluarga kerajaan, terinspirasi mitos tentang keberadaan sebuah taman di surga. Pada awalnya, taman ini terletak di sebuah lokasi yang dinamakan Kebon Rojo atau Taman Raja. Saat ini, taman rekreasi ini mempunyai beberapa fasilitas hiburan baik untuk anak kecil maupun dewasa, restoran-restoran kecil, dan stan penjualan suvenir. Di dalam kompleks taman ini juga terdapat sebuah atraksi yang terkenal yaitu wayang orang. Atraksi ini digelar tiap malam, menampilkan penari wayang orang dan penyanyinya.

 Sumber:  http://www.pasarsolo.com/



TAMAN BALEKAMBANG

 Ketoprak Balekambang - Taman Balekambang
Taman Balekambang Solo merupakan perpaduan antara kesenian tradisional dan modern dalam suatu tempat, sebuah keunikan tersendiri.

Taman Balekambang



Taman yang terletak di Jl. Ahmad Yani ini dulu bernama Partinah Bosch, dibangun oleh kerabat Mangkunegara. Kemudian dinamakan Balekambang karena di taman tersebut terdapat sebuah kolam ikan dan kotam renang yang di tengahnya terdapat rumah istirahat yang nyaman, dikelilingi kebun bunga yang sangat indah. Di samping tempat ini juga terdapat Gedung Kesenian Ketoprak Tradisional Balekambang dan kafe yang dikelola oleh seniman muda Solo. Perpaduan kesenian tradisional dan modern dalam suatu tempat, sebuah keunikan tersendiri.






Sumber: http://www.pasarsolo.com/

KAMPUNG BATIK LAWEYAN


Sentra Perajin Batik Solo - Kampoeng Batik Laweyan
Seni batik tradisional yang dulu banyak didominasi oteh para juragan batik sebagai pemilik usaha batik, sampai sekarang masih terus ditekuni masyarakat Laweyan sampai sekarang.

Kampoeng Batik Laweyan

Kawasan sentra industri batik ini sudah ada sejak zaman kerajaan Pajang tahun 1546 M. Seni batik tradisional yang dulu banyak didominasi oleh para juragan batik sebagai pemilik usaha batik, sampai sekarang masih terus ditekuni masyarakat Laweyan sampai sekarang.
Sebagai langkah strategis untuk melestarikan seni batik, Kampung Laweyan didesain sebagai kampung batik terpadu, memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 24 ha yang terdiri dari 3 blok.

Konsep pengembangan ini untuk memunculkan nuansa batik yang dominan yang secara langsung akan mengantarkan para pengunjung pada keindahan seni batik. Di antara ratusan motif batik yang dapat ditemukan di Kampung Batik Laweyan, jarik dengan motif Tirto Tejo dan Truntum jadi ciri khan Batik Laweyan.
Pengelolaan Kampung Batik Laweyan ditujukan untuk menciptakan suasana wisata dengan konsep utama "Rumahku adatah Galeriku". Artinya rumah memiliki fungsi ganda sebagai showroom sekaligus rumah produksi.

Keroncong, karawitan, dan rebana merupakan jenis kesenian tradisional yang banyak ditemukan di masyarakat Laweyan. Di kampung ini juga dapat ditemukan Makam Kyai Ageng Henis (tokoh yang menurunkan raja-raja Mataram), bekas rumah Kyai Ageng Henis dan Sutawijaya (Panembahan Senopati), bekas Pasar Laweyan, bekas Bandar Kabanaran, Makam Jayengrana (Prajurit Untung Surapati), Langgar Merdeka, Langgar Makmoer, dan rumah H. Samanhudi pendiri Serikat Dagang Islam.

Laweyan juga terkenal dengan bentuk bangunan rumah para juragan batik yang dipengaruhi arsitektur tradisional Jawa, Eropa, Cina, dan Islam. Bangunan-bangunan tersebut dilengkapi dengan pagar tinggi atau "beteng" yang menyebabkan terbentuknya gang-gang sempit spesifik seperti kawasan Town Space.
Kelengkapan khasanah seni dan budaya Kampung Batik Laweyan tersebut membuat Laweyan banyak dikunjungi wisatawan dari dinas dan institusi pendidikan, swasta, mancanegara (Jepang, Amerika Serikat, dan Belanda).

Sumber:  http://www.pasarsolo.com/

KAMPOENG BATIK KAUMAN

Wisata Batik - Kampoeng Batik Kauman
Berbekal keahlian yang diberikan Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, kini masyarakat Kauman dapat menghasilkan karya batik yang langsung berhubungan dengan motif-motif batik yang sering dipakai oleh keluarga karaton.

Kampoeng Batik Kauman

Berbekal keahlian yang diberikan Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, kini masyarakat Kauman dapat menghasilkan karya batik yang langsung berhubungan dengan motif-motif batik yang sering dipakai oleh keluarga karaton. Dalam perkembangannya, seni batik yang ada di Kampung kauman dapat dibedakan menjadi tiga bentuk batik, yaitu batik klasik motif pakem (batik tulis), batik murni cap, dan model kombinasi antara tulis dan cap. Batik tulis bermotif pakem yang banyak dipengaruhi oleh seni batik Karaton Kasunanan merupakan produk unggulan Kampung Batik Kauman. Produk-produk batik Kampung batik Kauman dibuat menggunakan bahan sutra alam dan sutra tenun, dan katun jenis primisima.

Kampung yang memiliki 20-30 an home industry ini menjadi langganan para pembeli secara turun temurun dan wisatawan mancanegara (Jepang, Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Serikat). Di sini wisatawan bisa berbelanja sambil mengetahui secara langsung proses pembuatan batik. Bahkan bisa juga mencoba sendiri kegiatan membatik.

Di samping produk batik, Kampung Batik Kauman juga dilingkupi bangunan bersejarah berupa bangunan rumah joglo, limasan, kolonial, dan perpaduan arsitektur Jawa dan kolonial. Bangunan-bangunan tempo dulu yang tetap kokoh menjulang di tengah arsitektur modern pusat perbelanjaan, lembaga keuangan (perbankan dan valas), homestay dan hotel yang banyak terdapat di sekitar Kampung Kauman. Fasilitas-fasilitas pendukung yang ada di sekitar Kampung Kauman ini jelas menyediakan kemudahan-kemudahan bagi segenap wisatawan yang berkunjung dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan lain di luar batik.

Sumber:  http://www.pasarsolo.com/

KAMPUOENG BALUWARTI


Wisata Solo di Kampoeng Baluwarti Solo
Sebuah perkampungan dengan tata ruang dan arsitektur bangunan Jawa Klasik yang kental.

Kampoeng Baluwarti

Sebuah perkampungan dengan tata ruang dan arsitektur bangunan Jawa Klasik yang kental. Hampir setiap sudut perkampungan ini masih memiliki keaslian sentuhan Jawa Kuno yang masih dipertahankan oleh pemiliknya. Di daerah ini Anda akan banyak menjumpai desain bangunan yang serupa dengan karakter Karaton Kasunanan itu sendiri. Kampung ini banyak ditempati kerabat atau abdi dalem Karaton. Jalanannya yang tidak terlalu ramai membuat pengunjung bisa menikmati suasana Solo tempo dulu sambil berjalan kaki atau naik becak mengelilingi kampung ini.
Sumber:  http://www.pasarsolo.com/

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates